Daftar isi · 10 bagian
Singkatnya. Sklerosis multipel (MS) adalah penyakit demielinasi autoimun kronis pada SSP. Awitan tipifik: usia 20–40 tahun, P:L = 2–3:1. Diagnosis — Kriteria McDonald 2017 (diseminasi dalam ruang dan waktu). Terapi: serangan akut — metilprednisolon puls; jangka panjang — terapi modifikasi penyakit (DMT).
1. Epidemiologi dan faktor risiko
Prevalensi MS di Rusia adalah 30–70/100.000, dengan "gradien utara" (lebih tinggi di lintang tinggi). Mekanisme yang paling mungkin adalah kombinasi kerentanan genetik (HLA-DRB1*15:01) dan faktor lingkungan: virus Epstein-Barr, kadar vitamin D rendah, merokok, obesitas pada masa remaja.
2. Patogenesis
Sel T helper CD4⁺ teraktivasi (Th1, Th17) menembus sawar darah-otak, mengenali antigen mielin (MBP, MOG, PLP) sebagai benda asing → aktivasi mikroglia dan makrofag → demielinasi dan kerusakan akson. Pada stadium lanjut, komponen neurodegeneratif mendominasi dengan atrofi otak dan medula spinalis yang progresif.
3. Bentuk klinis
- Relapsing-remitting (RRMS) — 85% awitan: serangan jelas dengan pemulihan penuh atau sebagian.
- Secondary progressive (SPMS) — berkembang setelah 10–20 tahun RRMS; akumulasi kecacatan tanpa serangan yang jelas.
- Primary progressive (PPMS) — 10–15%: progresif sejak awal, lebih sering pada pria di atas usia 40 tahun, umumnya mengenai medula spinalis.
- Clinically isolated syndrome (CIS) — episode demielinasi pertama, belum memenuhi kriteria MS.
- Radiologically isolated syndrome (RIS) — lesi asimtomatik pada MRI yang ditemukan secara kebetulan.
4. Gambaran Klinis
Gejala ditentukan oleh lokasi lesi. Manifestasi khas:
- Neuritis optik — penurunan ketajaman visual, nyeri saat menggerakkan mata, tanda Uhthoff (memburuk saat kepanasan).
- Lesi batang otak: oftalmoplegia internuklear, nistagmus bilateral, diplopia.
- Sindrom spinal: paresis, spastisitas, gangguan sensorik, gangguan sfingter, tanda Lhermitte (sensasi sengatan listrik di sepanjang tulang belakang saat leher ditekuk).
- Gangguan serebelar: ataksia, tremor intensional, nistagmus — triad Charcot.
- Gangguan kognitif: penurunan kecepatan pemrosesan informasi, memori jangka pendek.
- Kelelahan kronis (fatigue) — salah satu gejala yang paling melemahkan.
5. Diagnosis: Kriteria McDonald 2017
Perlu membuktikan diseminasi lesi dalam ruang (DIS) dan waktu (DIT).
| Klinis | Selain itu, diperlukan |
|---|---|
| ≥ 2 serangan + data objektif dari ≥ 2 lesi | Tidak ada — diagnosis MS |
| ≥ 2 serangan + ≥ 1 lesi objektif | DIS berdasarkan MRI atau serangan baru di wilayah lain |
| 1 serangan + ≥ 2 lesi | DIT berdasarkan MRI (lesi yang sangat kontras dan tidak kontras secara bersamaan) atau cairan serebrospinal (antibodi oligoklonal) atau MRI baru |
| 1 serangan + 1 lesi (CIS) | DIS + DIT berdasarkan MRI / cairan serebrospinal |
| PPMS | Progresivitas ≥ 1 tahun + 2 dari 3: ≥ 1 lesi T2 di area periventrikular/jukstakortikal/infratentorial; ≥ 2 lesi T2 di medula spinalis; AT oligoklonal dalam cairan serebrospinal |
Gambaran MRI khas
- Lesi T2/FLAIR di zona periventrikular ("jari Dawson" — tegak lurus terhadap korpus kalosum).
- Lesi jukstakortikal dan infratentorial.
- Lesi pada medula spinalis.
- Lesi aktif menyerap kontras (gadolinium).
Cairan Serebrospinal (LCS)
- Antibodi oligoklonal (kelas IgG) dalam cairan serebrospinal, tetapi tidak dalam serum — sensitivitas > 95%.
- Indeks IgG meningkat.
6. Diagnosis banding
- Neuromyelitis optica Devic (NMO) — antibodi terhadap aquaporin-4.
- Penyakit terkait MOG.
- Neurosarkoidosis, neuroborreliosis, neurosifilis.
- Autoimun sistemik (SLE, APS, sindrom Sjögren).
- Infark, vaskulitis SSP.
- Leukodistrofi.
7. Terapi serangan
- Metilprednisolon 1 g infus IV selama 3–5 hari (terapi puls). Tujuannya — mengembalikan fungsi lebih cepat, tidak mengubah prognosis jangka panjang.
- Jika steroid tidak efektif — plasmaferesis (5 sesi).
- Untuk serangan tingkat sedang, rejimen metilprednisolon oral dapat digunakan.
8. Terapi modifikasi penyakit (DMT)
Tujuannya — mengurangi frekuensi serangan, memperlambat progresivitas. Pilihan tergantung pada aktivitas penyakit, tolerabilitas, dan perencanaan kehamilan.
| Kelompok | Contoh | Mekanisme |
|---|---|---|
| Interferon β | IFN-β 1a (Avonex, Rebif), IFN-β 1b (Betaferon) | Imunomodulasi, ↓ transmigrasi melalui sawar darah-otak |
| Glatiramer asetat | Copaxone | "Peniruan" antigen mielin |
| Teriflunomid | Aubagio | Blok sintesis pirimidin pada limfosit |
| Dimetil fumarat | Tecfidera | Aktivasi Nrf2 — antioksidan, imunomodulasi |
| Fingolimod, siponimod, ozanimod | — | Agonis reseptor S1P, "mengurung" limfosit di dalam kelenjar getah bening |
| Kladribin | Mavenclad | Deplet selektif sel limfosit B dan T |
| Natalizumab | Tysabri | Blokade integrin α4 — mencegah limfosit masuk ke otak |
| Anti-CD20 (okrelizumab, ofatumumab) | Ocrevus, Kesimpta | Deplet sel B; satu-satunya yang disetujui untuk PPMS |
Strategi: bertahap (eskalasi) — mulai dari yang moderat, beralih jika ada progresivitas; induksi ("hit early, hit hard") — langsung menggunakan obat altamente efektif untuk bentuk yang aktif.
9. Terapi simtomatik
- Spastisitas — baklofen, tizanidin, gabapentin; botulinum toksin.
- Nyeri neuropatik — gabapentin, pregabalin.
- Kelelahan (fatigue) — amantadin, modafinil.
- Depresi — SSRI.
- Gangguan pelvis — antikolinergik (oksibutinin), kateterisasi mandiri.
- Rehabilitasi: fisioterapi, fisioterapi medis, koreksi neuropsikologis.
10. FAQ
Apakah MS bisa menjadi "jinak" (benign)?
Istilah ini bersifat relatif; pada 10–20% pasien setelah 10 tahun EDSS ≤ 3,0. Doktrin modern — memulai DMT bahkan pada kasus "ringan" untuk menghindari progresi neurodegeneratif tersembunyi.
Bisakah hamil dengan MS?
Ya. Selama kehamilan, frekuensi serangan menurun, dan meningkat pada 3 bulan pertama pascapersalinan. Sebagian besar DMT dihentikan 1–3 bulan sebelum pembuahan; interferon dan glatiramer dianggap relatif aman.
Bagaimana membedakan neuritis optik MS dengan neuropati iskemik?
ON pada MS — usia muda, awitan subakut disertai nyeri, membaik setelah beberapa minggu; neuropati iskemik — kehilangan penglihatan mendadak tanpa nyeri pada orang lanjut usia.
Apakah vitamin D membantu?
Mempertahankan kadar 25(OH)D 75–100 nmol/L dikaitkan dengan penurunan frekuensi serangan dan progresivitas berdasarkan data studi observasional. Direkomendasikan 2000–4000 IU/hari.
Apa itu "pseudo-relaps"?
Perburukan gejala dengan latar belakang demam, stres, atau paparan panas tanpa lesi baru. Tidak memerlukan penggantian DMT, hanya koreksi pada faktor pencetusnya.
Lihat juga: Stroke · Saraf kranial · Glukokortikoid · Sel imun · Katalog neurologi · Skala klinis