Definisi bronkitis dan bentuk okupasionalnya
Bronkitis adalah peradangan difus pada bronkus yang bukan bersifat alergi, dengan patogenesis yang didasari oleh obstruksi bronkus. Bronkitis okupasional adalah bentuk khusus dari bronkitis somatik yang berkembang akibat pengaruh faktor-faktor di tempat kerja, yaitu aerosol yang beracun dan mengiritasi.
Sangat penting untuk memahami mekanisme gangguan ventilasi:
- Obstruksi — kesulitan ekspirasi akibat kekakuan bronkus dan bronkiolus yang kehilangan kemampuan rekoil elastis.
- Restriksi — kesulitan inspirasi yang berkaitan dengan penurunan komplians jaringan paru.
Secara klinis, bronkitis disertai dengan produksi dahak berupa diskria — baik hiperkria (sekresi berlebihan) maupun hipokria (sekresi kental yang sedikit). Penyakit ini cenderung progresif: bronkitis akut, jika faktor etiologinya tetap ada, secara alami akan berlanjut menjadi bentuk kronis.
PPOK: Tanda Utama dan Perbedaannya dari Bronkitis
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan varian okupasionalnya (PPOK-O) adalah nosologi di mana obstruksi juga merupakan komponen patogenesis utama. Namun, terdapat dua perbedaan prinsip dari bronkitis kronis:
- Irreversibilitas obstruksi bronkus — dinding bronkus mengalami perubahan fibrotik yang menetap dan tidak mampu berelaksasi.
- Incurabilitas etiologis — eliminasi faktor penyebab tidak lagi menghasilkan regresi penyakit; terapi semata-mata diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Kesalahpahaman yang umum adalah menganggap bronkitis dan emfisema sebagai bagian dari PPOK. Kenyataannya, keduanya adalah tahap berurutan dari proses patologis tunggal yang dipisahkan oleh batas waktu dan morfologi.
Urutan Patogenesis: Dari Bronkitis ke Emfisema
Perkembangan patologi obstruktif paru merupakan sebuah kontinum empat tahap:
- Bronkitis akut — peradangan bronkus akibat pengaruh faktor iritan.
- Bronkitis kronis — akibat tidak adanya eliminasi faktor etiologi dan terapi yang tidak efektif.
- PPOK — pembentukan obstruksi persisten yang irreversibel dengan fibrostenosis bronkiolus.
- Emfisema paru — peregangan bagian terminal pohon trakeobronkial.
Emfisema terjadi melalui mekanisme katup: bronkus yang kaku membiarkan udara masuk saat inspirasi, tetapi menghambat keluasannya saat ekspirasi. Udara terakumulasi di dalam asinus, yang memicu peregangan berlebih pada alveolus dan destruksi septum interalveolar.
Diagnostik Fungsional dan Kriteria
Metode instrumental utama untuk mengonfirmasi PPOK adalah spirometri dengan evaluasi volume ekspirasi paksa dalam detik pertama (VEP1) dan kapasitas vital paksa (KVP). Pada peak flowmetry, pasien tidak dapat mengembuskan napas dengan kekuatan penuh akibat obstruksi terfiksasi.
Kriteria diagnostik PPOK menurut GOLD:
- Rasio pascabronkodilator VEP1/KVP kurang dari 70%, yang menunjukkan adanya penahanan volume udara yang signifikan di dalam paru.
- Penurunan tekanan parsial oksigen dalam darah arteri akibat gangguan pertukaran gas.
- Perkembangan hipoksia dan spasme arteri pulmonalis — secara klinis bermanifestasi sebagai sesak napas.
Untuk evaluasi lanjutan volume paru dan deteksi "jebakan udara", digunakan bodipletismografi.
Gambaran Klinis dan Komplikasi
Manifestasi klinis tipikal dari patologi obstruktif:
- Dispnea ekspirasi yang progresif dan episode sesak napas.
- Batuk dengan dahak, sering kali purulen saat eksaserbasi.
- Wheezing — napas mengi saat ekspirasi, terdeteksi secara auskultasi dan sering kali terdengar dari jarak jauh.
Komplikasi utama PPOK:
- Gagal napas — hasil akhir yang wajar dari obstruksi yang progresif.
- Kor pulmonale — pembesaran dan hipertrofi bagian kanan jantung akibat hipertensi pulmonal pada sirkulasi darah kecil, yang berlanjut menjadi gagal jantung ventrikel kanan.
- Komplikasi infeksi — penekanan klirens mukosiliar dan fungsi pelindung bronkus membuka jalan bagi patogen pernapasan; kemungkinan terjadinya tuberkulosis.
- Emfisema paru sebagai hasil akhir morfologis dari bronkoobstruksi berkepanjangan.
Poin-Poin Utama
- Bronkitis adalah peradangan difus non-alergi pada bronkus dengan mekanisme obstruktif dan produksi dahak.
- Obstruksi mengganggu ekspirasi, restriksi mengganggu inspirasi; pada PPOK, pola obstruktif adalah yang utama.
- Perbedaan utama PPOK dari bronkitis kronis adalah irreversibilitas obstruksi dan incurabilitas etiologis.
- Kontinum patologis: bronkitis akut → bronkitis kronis → PPOK → emfisema paru.
- Emfisema berkembang melalui mekanisme katup dengan retensi udara di bagian terminal pohon trakeobronkial.
- Kriteria diagnostik PPOK menurut GOLD adalah VEP1/KVP kurang dari 70% setelah pemberian bronkodilator.
- Komplikasi utama adalah gagal napas, kor pulmonale, infeksi, dan emfisema.
- Trias klinis: dispnea ekspirasi, batuk produktif, dan napas mengi (wheezing).