Daftar isi · 7 bagian
Rontgen toraks (foto Thorax) adalah pemeriksaan radiologis yang paling umum dilakukan di dunia. Setiap dokter harus mampu mengevaluasi foto rontgen secara sistematis dan mengidentifikasi pola patologis utama. Artikel ini menyajikan algoritma analisis langkah demi langkah, anatomi radiologis normal, dan patologi kunci.
Teknik dan Proyeksi
| Parameter | Radiografi Standar |
|---|---|
| Proyeksi | Posteroanterior (PA) tegak — standar. Lateral — tambahan |
| Pernapasan | Inspirasi dalam (≥10 iga posterior terlihat) |
| Jarak | 180 cm (PA) — meminimalkan pembesaran bayangan jantung |
| Proyeksi AP | Pada pasien berbaring — jantung tampak membesar (lebih dekat ke detektor), mediastinum melebar |
Pendekatan Sistematis untuk Analisis (ABCDE)
Mnemonik ABCDE memastikan kelengkapan dan urutan pemeriksaan:
- A — Airway (Saluran napas): trakea di garis tengah? Deviasi → pneumotoraks (menjauhi lesi), atelektasis (mendekati lesi), massa mediastinum
- B — Bones (Tulang): iga (fraktur, lesi litik), kolumna vertebralis, klavikula, skapula
- C — Cardiac (Jantung): Indeks Kardiotoraks (IKT) <50% pada proyeksi PA. Peningkatan → kardiomegali. Kontur bilik jantung
- D — Diaphragm (Diafragma): hemidiafragma kanan 1-2 cm lebih tinggi daripada kiri (hepar). Udara bebas di bawah diafragma → perforasi! Sinus kostofrenikus — harus tajam
- E — Effusions/Everything else (Efusi/Lainnya): efusi pleura (tumpulnya sinus, garis meniscus Damoiseau), jaringan lunak (emfisema subkutan, mastektomi)
Selanjutnya — lapangan paru: bandingkan area yang simetris, cari opasitas, area hiperlusen (terang), dan nodul.
Anatomi Radiologis Normal
| Struktur | Gambaran Normal |
|---|---|
| Hilus Paru | Hilus kiri lebih tinggi daripada kanan (arteri pulmonalis kiri melintasi bronkus utama kiri). Tampak struktural, tanpa pembesaran |
| Mediastinum | Lebar mediastinum ≤8 cm. Tombol aorta (aortic knob) di sebelah kiri |
| Gambaran paru | Tampak hingga ke perifer, berkurang ke arah tepi. Berasal dari vaskular |
| Sinus pleura | Lancip (bebas). Tumpul → efusi ≥200-300 ml |
| Jantung | KTI <50%. Batas kanan — atrium kanan, kiri — ventrikel kiri + arkus aorta |
Pola patologis utama
| Pola | Deskripsi | Penyebab |
|---|---|---|
| Konsolidasi (opasifikasi) | Opasifikasi homogen dengan bronkogram udara | Pneumonia (lobar), edema paru |
| Ateletasis | Opasifikasi + pergeseran mediastinum KE arah lesi + elevasi kubah diafragma | Obstruksi bronkus (tumor, mukus), kompresi |
| Efusi pleura | Opasifikasi homogen di bagian bawah, garis meniscus Damoiseau, pergeseran mediastinum MENJAUHI lesi (pada volume besar) | Transudat (gagal jantung kongestif, sirosis), eksudat (pneumonia, kanker, TB) |
| Pneumotoraks | Hiperlusen tanpa gambaran paru + tepi paru yang terlihat | Spontan (usia muda, tinggi), traumatik, iatrogenik |
| Perubahan interstitial | Pola retikuler, garis Kerley (garis B) | Edema paru, fibrosis, limfangitis |
| Nodul paru soliter | Bayangan bulat <3 cm dalam diameter | Jinak (granuloma, hamartoma) vs ganas (kanker) |
Tanda radiologis gagal jantung
Mnemonik ABCDE (alternatif):
- Alveolar oedema — opasifikasi seperti «kupu-kupu» (edema perifer)
- B (Kerley B lines) — garis horizontal di perifer lobus inferior (edema interstitial)
- Cardiomegaly — KTI >50%
- Diversion (redistribusi aliran darah) — dilatasi pembuluh darah lobus superior (normalnya lobus inferior lebih lebar)
- Effusion — efusi pleura (lebih sering sisi kanan atau bilateral)
Kedaruratan radiologis
- Pneumotoraks tensi — pergeseran mediastinum KE ARAH BERLAWANAN dari sisi lesi, pendataran diafragma → dekompresi darurat (jarum di ruang interkostal ke-2)
- Udara bebas di bawah diafragma → perforasi organ berongga → bedah darurat
- Pelebaran mediastinum + anamnesis trauma → ruptur aorta → CT angiografi darurat
- Benda asing — radiopak (logam, tulang), gangguan ventilasi unilateral
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Bagaimana cara membedakan atelektasis dari efusi pleura?
Keduanya menghasilkan opasitas, tetapi: atelektasis — mediastinum bergeser KE arah sisi lesi (volume berkurang), kubah diafragma naik. Efusi — mediastinum bergeser MENJAUHI sisi lesi (volume bertambah), garis meniskus Damoiseau. Pada efusi dalam posisi lateropotosis (berbaring pada sisi yang sakit), cairan berpindah di sepanjang dinding dada.
Mengapa CTR (kardiotorasik rasio) tidak dapat dinilai dari foto AP?
Pada proyeksi AP (berbaring), jantung lebih dekat ke sumber sinar (tabung) dan lebih jauh dari kaset film → bayangannya membesar (efek pembesaran proyeksi). CTR menjadi tinggi palsu. Standarnya adalah proyeksi PA (berdiri), di mana jantung lebih dekat ke film. Jika pasien tidak dapat berdiri — interpretasikan dengan catatan.
Pelajari radiologi melalui pelajaran interaktif di platform. Topik terkait: pneumonia, EKG, abdomen akut. Gunakan kalkulator klinis untuk skala radiologi.