Membaca EKG dalam 7 Langkah: Algoritma Interpretasi Cepat

Algoritme langkah demi langkah untuk interpretasi EKG: penilaian denyut jantung (HR), ritme, lebar QRS, sumbu jantung, interval PR dan QT, gelombang P, kompleks QRS, dan segmen ST dengan analisis patologi kunci.

Pelajari sebagai pelajaran

Langkah 1. Menentukan laju denyut jantung

Analisis EKG dimulai dengan menghitung laju denyut jantung. Ada dua metode perhitungan.

Tugas utama dari langkah ini adalah mengklasifikasikan ritme menjadi takikardia (>100 bpm) atau bradikardia (<60 bpm). Seluruh algoritme selanjutnya didasarkan pada pembagian ini.

Langkah 2. Takikardia: lebar QRS dan regularitas ritme

Pada takikardia, nilai lebar kompleks QRS: sempit — kurang dari 120 ms (kurang dari 3 kotak kecil), lebar — 120 ms atau lebih. Kemudian tentukan regularitas interval R-R.

QRS sempit, ritme teratur — tiga varian:

QRS sempit, ritme tidak teratur:

QRS lebar, ritme teratur — takikardia ventrikel monomorfik. QRS lebar, ritme tidak teratur — takikardia ventrikel polimorfik (torsades de pointes, terkait dengan pemanjangan QT) atau fibrilasi ventrikel dengan kurva yang sepenuhnya kacau.

Langkah 3. Bradikardia dan evaluasi interval PR

Pada bradikardia, langsung beralih ke interval PR. Jika PR dalam batas normal — bradikardia sinus. Jika ada patologi PR, didiagnosis blokade atrioventrikular.

Interval PR yang memendek (kurang dari 120 ms) dengan gelombang delta dan pelebaran QRS khas untuk sindrom WPW (varian AVRT pada takikardia).

Langkah 4. Sumbu listrik jantung

Sumbu ditentukan oleh sadapan I dan aVF. Arah gelombang utama QRS pada sadapan ini menentukan kuadran:

Langkah 5. Interval QT dan gelombang P

Interval QT dibandingkan dengan interval R-R: jika QT memakan setengah dari R-R atau lebih, maka QT memanjang. Pemanjangan QT meningkatkan risiko torsades de pointes; penyebab umumnya adalah hipokalemia, hipomagnesemia, hipotermia, efek obat. Pemendekan QT terjadi pada hiperkalsemia.

Analisis gelombang P dilakukan pada sadapan II dan V1.

Langkah 6. Kompleks QRS: blokade dan hipertrofi

Sadapan kunci adalah V1, V2, V5, V6.

Hipertrofi ventrikel kiri ditentukan oleh indeks Sokolow-Lyon: jumlah S di V1 dan R di V5 (atau V6) lebih dari 35 mm. Hipertrofi ventrikel kanan: R yang tinggi di V1–V2 dan S yang dalam di V5–V6.

Langkah 7. Segmen ST dan gelombang T

Evaluasi segmen ST dilakukan dari titik J (transisi QRS ke ST).

Depresi ST bisa bersifat horizontal, desenden, dan asenden; dua yang pertama lebih spesifik untuk iskemia. Depresi menunjukkan adanya iskemia, angina tidak stabil, atau NSTEMI (dibedakan berdasarkan troponin). Depresi menyerupai cekungan atau bentuk "kumis" khas untuk intoksikasi glikosida (digoksin); depresi dengan penurunan gelombang T terjadi pada hipokalemia.

Elevasi ST:

Lokalisasi infark berdasarkan elevasi ST:

Gelombang T dapat terbalik (reperfusi, iskemia) atau hiperakut — tinggi dan lancip (tanda awal iskemia, pendahulu elevasi ST). Gelombang T tinggi dan lancip juga khas untuk hiperkalemia.

Poin-Poin Utama

Ada yang tidak dipahami? Tanyakan pada AI

Tutor AI telah membaca ringkasan pelajaran ini dan akan menjelaskan topik tersebut dengan kata-kata yang sederhana.

Jawaban dihasilkan oleh kecerdasan buatan — silakan verifikasi dengan buku teks.

Langkah selanjutnya

Seluruh mata kuliah «Propedeutika Penyakit Dalam» — tersedia di platform

Pelajaran ini adalah satu topik utuh. Dalam mata kuliah «Propedeutika Penyakit Dalam», topik ini dibahas secara lengkap: dengan panduan metodologis, kuesioner, dan tutor yang akan menjelaskan bagian yang belum dipahami.

mulai dari 599 ₽jaminan uang kembali dalam 7 hari
Pelajaran berikutnya Cara Membaca EKG dalam 10 Menit: Pendekatan Sindrom dan Algoritma Dasar